Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2009

Tugas Kelompok 4

Hasil Uji Validitas Kuesioner


Frequencies
Statistics
P_1 P_2 P_3 P_4 P_5 P_6 P_7 P_8 P_9
N Valid 10 10 10 10 10 10 10 10 10
Missing 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Frequency Table
P_1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid MENGERTI 10 100.0 100.0 100.0

P_2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TIDAK MENGERTI 2 20.0 20.0 20.0
RAGU-RAGU 3 30.0 30.0 50.0
MENGERTI 5 50.0 50.0 100.0
Total 10 100.0 100.0

P_3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TIDAK MENGERTI 2 20.0 20.0 20.0
RAGU-RAGU 1 10.0 10.0 30.0
MENGERTI 7 70.0 70.0 100.0
Total 10 100.0 100.0

P_4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid RAGU-RAGU 2 20.0 20.0 20.0
MENGERTI 8 80.0 80.0 100.0
Total 10 100.0 0.0





P_5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TIDAK MENGERTI 2 20.0 20.0 20.0
MENGERTI 8 80.0 80.0 100.0
Total 10 100.0 100.0


P_6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TIDAK MENGERTI 1 10.0 10.0 10.0
RAGU-RAGU 3 30.0 30.0 40.0
MENGERTI 6 60.0 60.0 100.0
Total 10 100.0 100.0


P_7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid MENGERTI 10 100.0 100.0 100.0


P_8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid RAGU-RAGU 3 30.0 30.0 30.0
MENGERTI 7 70.0 70.0 100.0
Total 10 100.0 100.0


P_9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid RAGU-RAGU 1 10.0 10.0 10.0
MENGERTI 9 90.0 90.0 100.0
Total 10 100.0 100.0

Tugas Kelompok 4

Adeline / 10207026 Kelas : 3EA01
Sri Rahayu / 11207045
Wulan Dini Lestari / 11207178

KUESIONER
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Perpustakaan Kampus E
Universitas Gunadarma Kelapa Dua

Data Dari Pengisi
Nama :
NPM :
Fakultas :
Petunjuk Pengisian
1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat Anda yang menyangkut pengaruh Kepuasan Konsumen serta kaitannya dengan Pelayanan Perpustakaan dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang Anda anggap paling sesuai.
2. Keterangan Kolom Jawaban :
M : Mengerti (3)
RG : Ragu-ragu (2)
TM : Tidak Mengerti (1)

Indikator Pernyataan yang berkaitan dengan :
Koleksi Buku
No. Pernyataan M RG TM
1. Koleksi buku sesuai kebutuhan Anda
2. Jumlah buku sesuai dengan kebutuhan mahasiswa
3. Keadaan fisik koleksi buku tidak rusak

Indikator Pernyataan yang berkaitan dengan :
Fasilitas Perpustakaan
No. Pernyataan M RG TM
1. Lemari penitipan tas / loker sesuai dengan kapasitas mahasiswa
2. Banyaknya meja baca memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan
3. Komputer pencarian buku memadai untuk digunakan

Indikator Pernyataan yang berkaitan dengan :
Layanan Perpustakaan
No. Pernyataan M RG TM
1. Mudah dalam prosedur peminjaman & pengembalian buku
2. Jadwal buka & tutup perpustakaan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa
3. Pelayanan yang diberikan oleh petugas perpustakaan ramah dan bersahabat

Kuesioner Penelitian Sejenis:
Analisis Kepuasan Mahasiswa Pengguna Perpustakaan Universitas Gunadarma

Disusun oleh:
Nama : Indra Nurhadi
NPM : 10205637
Jurusan : Manajemen
Pembimbing : Sri Redjeki, SE, MM

Tugas Kelompok 2

RINGKASAN JURNAL

“FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP AUDIENCE TERHADAP PRODUCT / BRAND PLACEMENT DALAM ACARA TV

(STUDI KASUS INDONESIAN IDOL 2007 DAN MAMAMIA SHOW 2007)”

Pengarang :

Leonid Julivan Rumambi

Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya

Email:Scylics@petra.ac.id/Leonid.julivan@gmail.com

Blog:Http://scylics.multiply.com

Product/brand placement merupakan suatu stategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan periklanan untuk menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolah-olah menjadi bagian dari suatu tayangan. Secara umum konsep ini disebut mirip dengan strategi sponsorship, namun hal yang membedakan product/brand placement adalah bahwa keberadaanya tidak menyebutkan kata “sponsor” dalam tampilan film atau acara televisi yang diikutinya karena tampilan film atau acara / tayangan. Pernyataan ini diperkuat oleh Balasubramanian, et.al(2006) yang menyatakan Product/brand placement sebagai contoh jelas/menonjol dari hybrid message atau upaya mempengaruhi audience yang dilakukan dengan biaya tertentu, namun tidak teridentifikasi sebagai sponsor. Melihat demikian luasnya peran Product/brand placement dalam berbagai media partisipasinya, secara khusus penulis membatasi penelitian ini hanya untuk meneliti ikap audience terhadap Product/brand placement dalam acara televisi saja. Penelitian ini menggunakan acara televisi Indonesian Idol 2007 & Mamamia Show 2007 sebagai media yang dijadikan contoh studi kasus untuk mengaplikasikan Product/brand placement pada acara televisi. Indonesia Idol 2007 disebut-sebut merupakan program unggulan RCTI sejak versi pertamanya diluncurkan yang memiliki rating tinggi 7 jumlah penggemar yang besar , namun ada kecenderungan menurunnya minat terhadap acara ini sejak 2006 karena jenuhnya audience pada format acara yang relativ sama. Manfaat khusus mengetahui factor-faktor ini dapat membantu perusahaan pengiklan & broadcaster khususnya, untuk mengetahui variabel yang dianggap berpengaruh & seberapa besar kontribusinya pada factor-faktor yang mempengaruhi sikap audience. Tujuan penelitian ini untuk emngetahui factor-faktor utama yang mempengaruhi sikap audience terhadap product placement pada acara televisi Indonesian Idol 2007 dan atau Mamamia Show 2007 dan untuk mengkaji factor-faktor utama baru yang terbentuk dibandingkan dengan empat factor utama sebelumnya (attention, acceptance, ethics & regulation serta reference) beserta dengan 23 variabel yang menyusun atau membentuk factor-faktor tersebut.

Product/brand placement digunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan merek (brand knowledge) diantara konsumen dalam setiap media beriklan yang digunakan (Panda, 2004:9). Meningkatnya strategi product placement mengidentifikasikan bahwa pengiklan menggunakan teknik ini untuk mempengaruhi brand attitude konsumen (Avery; Ferraro, di dalam Panda, 2004:10). D’astous & Seguin (di dalam Panda, 2004:11) mengidentifikasikan product placement dalam tiga jenis, yaitu: Implicit Product Placement, Integrated Explicit Product Placement, Non- Integrated Explicit Product Placement. Russel (di dalam Panda, 2004, 11-12) membedakan product placement dalam tiga dimensi, yaitu dimensi visual terlihat pada munculnya merek atau produk pada tampilan layar yang juga bisa disebut sebagai screen placement. Dimensi auditory adalah pada saat merek atau produk disebutkan dalam dialog yang juga bisa disebut sebagai script placement. Dimensi plot connection sebagai dimensi ketiga yang digambarkan dengan seberapa merek atau produk tersebut terintegrasi dalam cerita/story line. Konsep Russel sebenarnya sama dengan Cristel (di dalam Ming et al, 2007) yang menyebutkan bahwa produk placement terbagi menjadi tiga dimensi, yaitu screen placement, script placement & plot placement. Dalam Panda (2004) disebutkan bahwa penerapan product placement dalam film agak berbeda dengan acara televisi, yaitu dalam film keterlibatan audience lebih tinggi dengan media yang mereka saksikan tersebut dibandingkan berbagai aktivitas yang dilakukan seseorang saat menonton televisi di rumah. Selain itu, dengan adanya kemungkinan audience mengganti stasiun/channel tv yang lain akan mengurangi perhatiannya pada suatu acara televisi,

kondisi ini membuat audience akan menerima berbagai iklan-iklan lain yang dapat menyebabkan media clutter terjadi. Pembahasan karakteristik brand/product placement dalam Fill (2006: 799-800) terbagi atas dua bagian, yaitu kelebihan (strengths) dan kekurangan (weakness) dari strategi ini. Kelebihan product/brand placement adalah dengan menampilkan product tersebut, bukan hanya memungkinkan untuk membangun awareness, kredibilitas bisa ditingkatkan secara signifikan serta dapat juga untuk memperkuat citra merek. Fill (2006: 800) menyebutkan bahwa dengan menempatkan/melakukan placement di dalam film bukan berarti tidak ada resiko bahwa produk tersebut tidak akan terlihat, (unnoticed) khususnya dalam kondisi ini apabila placement dilakukan pada adegan yang mengganggu/tidak menyenangkan (distraching). Indonesian Idol adalah suatu ajang pencarian bakat yang diadopsi dari Pop Idol (Inggris) dengan sponsor dari FremantleMedia yang bekerjasama dengan RCTI. Ajang ini merupakan pencarian idola di bidang tarik suara. Indonesian Idol telah menjadi Reality Show terbesar di Indonesia. Indonesian Idol , kontestan-konsestan yang beruntung akan ditayangkan background kehidupannya sebelum menghadap 4 juri Indonesian Idol. Kontestan yang diperlihatkan backgroundnya biasanya adalah kontestan yang sudah pasti lolos ke babak berikutnya, dan juga kontestan yang dapat memberikan sensasi pada saat audisi. Mamamia adalah program pencarian bakat penyanyi sekaligus managernya yang diadaptasi dari program Quincianera, salah satu program stasiun televisi berbahasa Spanyol di Amerika. Mamamia menggunakan juri independen atau vote lock yang berjumlah seratus orang yang untuk menentukan siapa yang terbaik.Diluar juri vote lock program ini juga menggunakan 4 juri tetap yang menilai kemempuan suara , gaya dan tampilan peserta saat peserta beraksi di panggung (www.mamamiashow.com).

Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah audience dari acara televisi Indonesian Idol 2007 dan Mamamia show 2007 , dimana pengambilan sample dilakukan secara nonprobability sampling setiap umur dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sample , bahkan probabilitas anggota populasi tertentu untuk dipilih tidak diketahui. Pemilihan unit sampling didasarkan pada pertimbangan/penilaian subjektif dan tidak pada penggunaan teori probabilitas (Santoso $ Tjiptono , 2001:89).

Dalam beberapa jenis nonprobability sampling yanga ada , jenis yang dipilih adalah convenience sampling yang merupakan teknik nonprobability sampling yang memilih orang-orang dari tempat atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses.Jumlah sample disesuaikan dengan jumlah variabel yang diteliti yaitu untuk analisis factor yang berdasarkan Malhotra (2006:291) disebutkan bahwa jumlah pengamatan (ukuran sample) paling sedikit harus 4 atau 5 kali jumlah variabel.

Analisis & Pembahasan

Dari sebanyak 185 kuisioner yang disebarkan ternyata hanya dapat diolah 125 kuisioner samapi tanggal 28 November 2007 , dimana memenuhi jumlah minimum yang direncanakan yaitu 115 responden.Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini terdiri dari 125 orang terdiri atas 67 laki-laki (53,6%) dan 58 perempuan (46,4%) mayoritas adalah responden berusia 21-25 tahun sebanyak 49 orang (39,2% ) dan diikuti dengan responden berusia <>

pernah menyaksikan acara televisi Mamamia Show 2007 saja ternyata hanya 6 orang (4,8%). Informasi yang ditampilkan ini memperlihatkan kecenderungan bahwa acara televisi Indonesian Idol 2007 lebih mendominasi dengan prosentase yang cukup besar dibandingkan acara televisi Mamamia Show 2007.

Analisis Faktor Utama (Principal Component Factor Analysis)

Pengolahan data lebih lanjut menggunakan software SPSS 15 terhadap 23 atribut factor yang mempengaruhi sikap audience terhadap product placement acara televisi. Berdasarkan output pada tabel 5.21 didapatkan angka KMO Measure of Sampling Adequacy sebesar 0,862 dengan signifikansi sebesar 0,000 pada Barlett’s Test of Sphericity (BTS). Angka KMO 0,862 berada diatas 0,5 dan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga variabel dan data diatas dapat dianalisis lebih lanjut (Sarwono, 2006). Angka KMO diatas 0,5 menunjukkan bahwa sampel mencukupi untuk melakukan analisa faktor (Kaiser, 1974 di dalam Argan et al, 2007). Analisa faktor yang telah dilakukan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi sikap audience terhadap brand placement pada acara televisi. Untuk memudahkan visualisasi brand placement yang dimaksudkan, maka dua acara televisi telah dipilih untuk mewakili gambaran/contoh media yang dijadikan objek untuk strategi ini dibandingkan media lain yang bisa dipilih. Sayangnya pada periode yang sama untuk menemukan film Indonesia dengan prestasi yang sekelas dan menerapkan product/brand placement tidaklah mudah.

Kesimpulan & Saran

Adapun, kesimpulan & pembahasan lebih lanjut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu :

1. Product/brand placement dalam hal ini memang merupakan fenomena yang berbeda bagi audience Indonesia, dimana berbagai media alternative atau support media bisa menjadi wadah untuk placement bagi merek/produk perusahaan.

2. Menampilkan ide baru berpromosi kreatif yang dengan jelas teramati dan namun dianggap wajar adalah salah satu kunci penting keberhasilan ini.

3. Salah satu implikasi manajerial tentang peran iklan maupun product/brand placement terlihat pada sikap audiencenya sehingga dari hasil analisis yang menghasilkan lima factor dapat dilihat kontribusi/seberapa besar masing-masing factor tersebut dapat menjelaskan sikap audience terhadap acara televise yang dijadikan objek penelitian.

4. Didapatkan variabel-variabel pernyataan dari audience yang menunjukkan kecenderungan sikap tertentu, dimana pengiklan bisa mempertimbangkan hal-hal yang diinginkan dan ingin dihindari dari variabel pembentuk sikap audience tersebut.

5. Secara umum dapat dilihat responden pada penelitian ini menampilkan sikap yang netral dan sedikit positif (favorable) terhadap penerapan product/brand placement dalam acara televisi yang dijadikan studi kasus.

Saran

Saran penulis secara khusus terkait dengan penelitian ini yang telah dilakukan ini antara lain :

1. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan pengiklan yang berencana untuk berpromosi dengan produk/brand placement pada acara tv maupun stasiun tv yang hendak mengundang pengiklan untuk berpartisipasi dalam produk/brand placement acara televisinya.Dengan mempertimbangkan kelima factor yang ada dan mempertimbangkan efek dari promosi yang diinginkan bagi merk/produk perusahaan,maka factor ini dapat membantu perusahaan pengiklan melakukan pengambilan keputusan dengan mengkaji pilihan-pilihan yang ada.

2. Dengan mengetahui factor-faktor penting utama yang mempengaruhi sikap audience ini , maka sebenarnya perusahaan pengiklan maupun stasiun televise dapat melihat factor-faktor yang ada untuk menunjang tujuan yang diinginkan masing-masing.

3. Variabel-variabel maupun factor sikap audience terhadap produk/brand placement pada acara tv yang telah didapatkan melalui principle component factor analisis ini dapat dijadikan masukan untuk penelitian lebih lanjut untuk hasil yang lebih baik sesuai dengan keinginan dan tujuan peneliti masing-masing.

Rabu, 28 Oktober 2009

tugas kelompok 3


Data Sekunder

Data Primer


Jurnal Dasar : Analisa Faktor

Jurnal Dasar :Faktor yang


Yang Mempengaruhi Biaya

Mempengaruhi Sikap Audience


Promosi & Biaya Distribusi

Terhadap Product / Brand


Terhadap Penjualan PT.

Placement dalam Acara TV


Indofood Sukses Makmur Tbk

(Studi Kasus Indonesia Idol


(Didin Mukodim)

2007 & Mamamia Show 2007)


Tema Proposal:Analisisa Faktor

Tema Proposal:Tingkat Kepuasan


Judul:Analisis Faktor Yang

Konsumen


Mempengaruhi Biaya Promosi

Judul: Analisa Kepuasan


Terhadap Penjualan Food

Konsumen Terhadap Pelayanan


Express(Studi Kasus Pada

Perpustakaan Kampus E


FoodExpress Klapa Dua)

(Gunadarma Klapa Dua)


Tujuan: Untuk mengetahui faktor

Tujuan: Untuk mengetahui


faktor yang mempengaruhi biaya

Kepuasan Konsumen Terhadap


Promosi Terhadap Penjualan

Pelayanan Perustakaan Kampus E


Pada Food Express.

Masalah: Apakah Pelayanan


Masalah:Apakah terdapat faktor

Perpustakaan Kampus E


Yang Mempengaruhi Biaya

berpengaruh terhadap kepuasan


Promosi Terhadap Penjualan

konsumen(Mahasiswa). Dan


FoodExpress. Dan Apakah

Apakah perpustakaan memberikan


Promosi dapat meningkatkan

kontribusi terhadap kepuasan


Penjualan Pada FoodExpress

konsumen(Mahasiswa Gunadarma)


Metodologi Penelitian: Penelitian

Metodologi Penelitian: Penelitian


ini menggunakan data sekunder

ini menggunakan data primer


dengan metode Regresi Linier

Metodologi yang digunakan


dengan variabelnya: Biaya

Non-Probabilitas Sampling


Promosi&Penjualan

Variabel : Attention, Acceptance

tugas individu 3

SRI RAHAYU-11207045-3EA01

Pengaruh Kualitas Teknik, Kualitas Fungsional, Aktivitas Dan Pemasaran Tradisional Terhadap Citra Perusahaan PT. TELKOM KANTOR DAERAH TASIKMALAYA

Kartawan 1, Toto Sugiharto S. 2, Sumarno 3

tsharto@gunadarma.ac.id

Pascasarjana Universitas Gunadarma

PT. Telkom Tasikmalaya

v Tema

Citra perusahaan PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya.

v Latar Belakang Penelitian

Semakin ketatnya persaingan bisnis mendorong semua perusahaan untuk mencari solusi agar perusahaan tetap bertahan dan memenangkan pesaingan bisnis. Oleh sebab itu perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelanggan baru & mempertahankan pelanggannya. Salah satu strateginya dengan membangun citra perusahaan karena kesan baik-buruknya pelayanan pada pelanggan berpengaruh terhadap perusahaan.

v Masalah penelitian

Citra perusahaan PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya dihadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui & Pengaruh kualitas teknik, kualitas fungsional, aktivitas dan pemasaran tradisional terhadap citra perusahaan PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya.

v Tujuan penelitian

Mengukur & menganalisis Persepsi konsumen serta mengukur pengaruh dari kualitas teknik, kualitas fungsional, aktivitas dan pemasaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya.

v Hasil penelitian ini

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variable kualitas teknik, kualitas fungsional, aktivitas dan pemasaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya hal ini diindikasikan oleh nilai statistic uji yang cukup besar (F = 208.849) yang mempunyai signifikan membentuk dan membangun citra perusahaan. Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh determinasi (R 2=0.479)artinya variasi dari citra dapat dijelaskan oleh kualitas teknik, kualitas fungsional, aktivitas dan pemasaran tradisional sebesar 47,9 persen. Secara parsial kualitas memberikan kostribusi teknik yang paling besar dalam membentuk citra perusahaan ditunjukkan oleh koefisien regesi 0.671 dengan hasil pengujian pada tingkat nyata sangat signifikan. variabel aktivitas pemasaran tradisional konstribusinya kecil hanya 0.063 & pengaruhnya nyata pada tingkat signifikansi yang rendah. Hal ini disebabkan karena kegiatan iklan Kemasyarakatan & kegiatan yang telah dilakukan PT. Telkom sudah dianggap baik oleh konsumen. Variable kualitas fungsional pengaruhnya tidak nyata karena masih kurang baik terutama kecepatan & ketepatan, komunikasi Petugas & Kemudahan untuk dihubungi.

v Metodologi penelitian

Penelitian dilakukan dengan metode Survei (data primer:kuesioner),data dianalisis dengan analisis regresi & korelasi. Populasi penelitian ini adalah Pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Kerangka pengambilan contoh diambil dari buku Petunjuk telepon tahun 2001/2002. Ukuran contoh menggunakan formulasi (Zikmund, 1996) sbb :

Dimana : n : Ukuran sample yang diperlukan

N N : Ukuran populasi

n =

1 + N e2 e2 : Tingkat kesalahan 100%

Dengan menggunakan rumus diatas maka sample yang dibutuhkan adalah 100.

Variable yang dikaji kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas & penampilan fisik dalam melayani konsumen . Variable ini diukur dengan dimensi: 1)Penampilan fisik pegawai, 2) Penampilan fisik PT. Telkom Tasikmalaya, 3)Peralatan yang digunakan perusahaan (komputer&alat-alat untuk perbaikan teknik), 4)Fasilitas fisik pelayanan (tempat parker, Ruang tunggu, ruang pelayanan, kamar mandi), 5)Kenyamanan& kebersihan, 6)Ketersediaan jaringan baru & 7)Pengetahuan teknik dari pegawai. Kualitas Fungsional diukur dengan dimensi: 1)Keramahan Petugas, 2)Kesopanan& Kesabaran Petugas, 3)Profesionalisme Petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan, 4)Kecepatan Petugas dalam memberikan pelayanan, 5)Kemudahan konsumen menghubungi petugas jika ada permasalahan.

1). Menentukan koefisien a dan b

Koefisien Regresi : b

b = n ( ∑XY ) - ( ∑X ) . ( ∑Y )

n ( ∑X ² ) - ( ∑X ) ²

Koefisien Regresi : a

a = (∑Y) – b (∑X)

n

2). Menentukan besarnya koefisien korelasi

r = n ( ∑XY ) - ( ∑X ) . ( ∑Y )

[n ( ∑X ² ) - ( ∑X ) ²]¹’² [ n ( ∑Y ² ) - ( ∑Y ) ²]¹’²

3). Menentukan koefisien determinasi

r ²

Persamaan Regresi Linier Sederhana :

Y = a + b ( X )

tugas individu 2

SRI RAHAYU-11207045-3EA01

Faktor yang Mempengaruhi Sikap Audience Terhadap Product/Brand Placement dalam Acara TV (Studi Kasus Indonesian Idol 2007 & Mamamia Show 2007)

Leonid Julivan Rumambi

Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya

Email: Scylics@petra.ac.id / Leonid.julivan@gmail.com

Blog: Http://scylics.multiply.com

Masalah&Latar belakang penelitian ini adalah Product/Brand placement merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan pengiklan untuk menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tsb seolah-olah menjadi bagian dari suatu tayangan. Melihat demikian luasnya peran Product/Brand placement dalam media partisipasinya untuk dapat meningkatkan penjualan produk maka peneliti ingin meneliti sikap audience terhadap Product/Brand placement dalam acara TV.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi sikap audience terhadap product placement pada acara TV Indonesian Idol 2007 & Mamamia Show 2007. Dan untuk mengkaji faktor-faktor utama baru yang terbentuk dibandingkan dengan 4 faktor utama sebelumnya (attention, acceptance, ethics & regulation serta reference) beserta dengan 23 variabel yang menyusun/ membentuk faktor-faktor tersebut.

Populasi penelitian ini adalah audience dari acara TV Indonesian Idol 2007 & Mamamia Show 2007, dimana pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling. Dalam non-probability sampling setiap unsur dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sample, bahkan probabilitas anggota populasi tertentu untuk dipilih tidak diketahui. Pemilihan unit sampling didasarkan pada pertimbangan/ penilaian subyektif & tidak pada penggunaan teori probabilitas. Jenis non-probability sampling yang dipilih adalah convenience sampling yang merupakan teknik non-probability sampling yang memilih orang-orang dari tempat/unit yang paling mudah dijumpai/diakses. Dari 185 kuesioner yang disebarkan yang dapat diolah sebanyak 125 kuesioner sampai tanggal 28 November 2007. Responden terdiri dari 67 laki-laki(53,6%)& 58 perempuan(46,4%). Prosentase responden dalm menyaksikan salah satu/kedua acara TV yang dimaksudkan, didapati mayoritas responden sebesar 60 orang(48%) ternyata pernah menyaksikan keduanya & urutan kedua dengan 59 orang(47,2%) hanya pernah menyaksikan Indonesian Idol 2007. Dan yang pernah menyaksikan Mamamia Show 2007 berjumlah 6 orang(4,8%). Informasi yang ditampilkan ini memperlihatkan kecenderungan bahwa acara TV Indonesian Idol 2007 lebih mendominasi prosentase yang cukup besar disbanding acara TV Mamamia Show 2007. Pengolahan data lebih lanjut menggunakan software SPSS15 terhadap 23 atribut faktor yang mempengaruhi sikap audience terhadap product placement acara TV. Berdasarkan output pada tabel didapatkan angka KMO Measure of Sampling Adequacy sebesar 0,862 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 pada Bartlett’s Test of Sphericity(BTS). Angka KMO 0,862 berada diatas 0,5 & signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga variable&data diatas dapat dianalisis lebih lanjut.angka KMOdiatas 0,5 menunjukkan bahwa sample mencukupi untuk analisis faktor. BTS senilai 1480,343(p<0,001)mengidentifikasikan>

Hasil penelitian ini nilai the variance explanined yang dihasilkan adalah 63,823% dgn besar prosentase untuk masing-masing faktor yaitu acceptance(18,923%), ethics & regulation(14,978%), attention(13,844%), reference(9,139%)& interest(6,939%). Maka kesimpulan yg diperoleh yaitu : 1) Product/Brand placement dalam hal ini memang merupakan fenomena yg berbeda bagi audience Indonesia, dimana berbagai media alternative/support media bisa menhadi wadah untuk placement bagi merek produk perusahaan. 2) Menampilkan ide baru berpromosi kreatif dgn jelas teramati&dianggap salah satu kunci penting keberhasilan ini. 3) Salah satu implikasi manajerial ttg peran iklan maupun Product/Brand placement terlihat pd sikap audience. 4) Didapatkan variable-variabel pernyataan dari audience yg menunjukkan kecenderungan sikap tertentu, dimana pengiklan bisa mempertimbangkan hal-hal yg diinginkan& ingin di hindari dari variable pembentuk sikap audience tsb. 5) Secara umum dpt dilihat bhw responden pd penelitian ini menampilkan sikap yg netral&cenderung sedikit positif thdp penerapan Product/Brand placement dlm acara TV yng dijadikan studi kasus.

Minggu, 27 September 2009

Tugas Kelompok 1

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Rini Handayani dalam menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan SI dan pengaruhnya terhadap penggunaan SI , dalam hal ini peneliti menggunakan model yang diajukan oleh Venkatesh et al (2003).Data diperoleh dari persepsi individu pemakai system informasi pada perusahaan manufaktur dan dikumpulkan melalui surat yang dialamatkan ke perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kuisioner ditujukan kepada responden untuk jabatan supervisor atau staff akuntansi dan keuangan perusahaan yang mengoperasikan SI.
Permasalahan dalam penelitian tersebut adalah :
1. Apakah terdapat pengaruh positif signifikan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan faktor sosial terhadap minat pemanfaatan SI ,
2. Apakah terdapat pengaruh positif signifikan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap pengguna SI ?
Penelitian ini bertujuan untuk :
1) Menemukan bukti empiris untuk menguji variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan faktor social terhadap minat pemanfaatan SI dan
2) Menemukan bukti empiris untuk menguji variabel kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap pengguna SI.

Dalam pembahasan permasalahan tersebut , maka peneliti membuat hipotesis yang ingin diujikan dalam metode regresi berganda (multiple regression) dengan bantuan program SPSS 11.5 .

Berikut rumusan hipotesisnya :
H1 : Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
H2 : Ekspektasi usaha mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
H3 : Faktor social mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
H4 : bahwa kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan SI.
H5 : Minat pemanfaatan sistem informasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan sistem informasi.



Model penelitian adalah tampak pada gambar di bawah ini :
Ekspetasi
Kinerja
Ekspetasi
Usaha
Minat Pemanfaatan SI
Penggunaan SI





Kondisi yang Memfasilitasi Pemakai
Faktor
Sosial




● Metodologi Penelitian
Desain penelitian : Survey (mengetahui pengaruh ekspektasi kinerja ,ekspektasi usaha dan factor social terhadap minat pemanfaatan SI dan kondisi-kondisi yang memfasilitasi terhadap penggunaan SI).

Variabel pada model penelitian
No.
Independen
Dependen
1.
Ekspektasi kinerja
Penggunaan SI
2.
Ekspektasi usaha
Minat pemanfaatan SI
3.
Faktor social

4.
Minat pemanfaatan SI

5.
Kondisi yang memfasilitasi pemanfaatan SI


Jenis data : Kualitatif (data penelitian yang bukan angka , yang sifatnya tidak dapat dihitung berupa informasi / pendekatan teoritis dan penilaian logis.
Sumber data : Primer (berupa kuisioner yang diberikan langsung kepada responden).
Populasi penelitian : Industri manufaktur yang terdaftar di BEJ.





Berikut pengumpulan data :
Gambaran Pengumpulan Data :
Milis yang dikirim 300
Kuisioner kembali 83
Kuisioner yang tidak kembali/tidak lengkap 217
Kuisioner digunakan untuk analisa 60
Respon Rate (%) 20

Hasil perhitungan regresi berganda berdasarkan minat pemanfaatan SI ,sebagai berikut :
1. Hasil Analisa Regresi Berganda Berdasarkan Minat Pemanfaatan SI
→ menunjukkan pengaruh yang (+) terhadap minat pemanfaatan SI.Diujikan pada 3 variabel (ekspektasi kinerja , usaha dan factor social).
2. Hasil Analisa Regresi Berganda Berdasarkan Minat Penggunaan SI
→ model regresi dapat digunakan untuk memprediksi penggunaan SI / dapat dikatakan bahwa minat pemanfaatan SI dan kondisi yang memfasilitasi pemakai secara bersama-sama berpengaruh terhadap penggunaan SI.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t untuk menguji hipotesis antara satu variabel independent dengan variabel dependennya.Tingkat probabilitas signifikansi yang digunakan adalah 0,05.

Hasil pengujian hipotesis
Hipotesis
β
ρ
Kesimpulan
Pengaruh
H1
0,255
0,045
Diterima
+ , signifikan
H2
0,279
0,046
Diterima
+,Signifikan
H3
0,211
0,093
Ditolak
+,Tidak signifikan
H4
0,578
0,000
Diterima
+,Signifikan
H5
0,073
0,501
Ditolak
+,Tidak signifikan

Berdasarkan hipotesis yang sudah diuji , maka dapat disimpulkan bahwa :
(1). Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh + signifikan terhadap minat pemanfaatan SI artinya responden yakin bahwa dengan menggunakan system akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya .
(2). Variabel ekspektasi usaha berpengaruh + signifikan terhadap minat pemanfaatan SI, berarti responden akan memanfaatkan SI apabila mereka merasa bahwa SI tersebut mudah dan tidak memerlukan upaya (tenaga dan waktu).

(3). Faktor sosial berpengaruh + tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan terhadap minat pemanfaatan SI , berarti lingkungan social disekitar responden tidak mempengaruhi mereka dalam memanfaatkan SI dan pemanfaatan system tidak akan meningkatkan status mereka.

(4). Kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terbukti mempunyai pengaruh + dan signifikan terhadap penggunaan SI.Semakin banyak infrastruktur organisasi dan teknis yang ada maka responden akan semakin cenderung menggunakan SI.

(5).Minat pemanfaatan SI berpengaruh + tetapi tidak signifikan terhadap penggunaan SI , artinya responden kurang mampunyai niat/minat untuk memanfaatkan sistem yang ada dalam perusahaan maka penggunaan system tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Tugas Individu 1

Nama : Sri Rahayu
NPM : 11207045
Kelas : 3EA01

Judul / Tema :
Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfaatan System Informasi Dan Penggunaan System Informasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)
Pengarang : Rini Handayani (Staf Pengajar STIE Atma Bhakti Surakarta)

Masalah & Latar Belakang
Masalah : Permasalan dalam penelitian ini adalah variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial apakah berpengaruh terhadap minat pemanfaatan system informasi & kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI berpengaruh terhadap penggunaan SI.

Latar Belakang : Peneliti ingin membuktikan apakah dengan teori yang dilakukan Vankatesh et al.(2003) bisa digunakan walaupun dengan populasi, waktu dan tempat yang berbeda akan memperoleh hasil yang sama.

Tujuan :
Peneliti ingin menguji variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan system inhformasi dan penggunaan system informasi.

Metodologi :
Desain penelitian ini adalah survey. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 variabel independent yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial, minat pemanfaatan SI, kondisi yang memfasilitasi pemanfaatan SI dan 2 variabel dependen yaitu penggunaan SI & minat pemanfaatan SI. Jenis data yang digunakan data kualitatif. Sumber data yang digunakan data primer yang berasal langsung dari objek penelitian berupa kuesioner yang ditujukan kepada responden pemakai system informasi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sebagai populasi penelitian. Sebanyak 300 kuesioner yang dikirim 83 kuesioner yang kembali& 60 kuesioner yang diolah menggunakan teknik regresi berganda. Model persamaan regresi sbb:
Y1 = β1 Χ1 + β2 Χ2 + β3 Χ3 + ε
Y2 = β4 Y1 + β5 Χ4 + ε
Hasil :
Berdasarkan bukti-bukti empiris yabg diperoleh ,maka disimpulkan bahwa Ekspektasi Kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI artinya responden yakin bahwa dengan menggunakan system akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya. Variabel Ekspektasi Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI berarti responden akan memanfaatkan SI apabila mereka merasa bahwa SI tsb mudah dan tidak memerlukan upaya (tenaga & waktu) yang banyak dalam mengoperasikannya. Faktor Sosial mempunyai pengaruh positif tetapi pengaruh tsb tidak signifikan terhadap minat pemanfaatan SI berarti lingkungan social disekitar respondentidak mendukung. Kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terbukti mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan SI. Minat pemanfaatan SI berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap penggunaan SI, artinya bukti menunjukkan bahwa responden kurang mempunyai niat/minat untuk memanfaatkan system yang ada dalam perusahaan.